Technotribe – Investasi emas, khususnya dalam bentuk perhiasan, masih menjadi primadona bagi masyarakat Indonesia untuk mengamankan nilai kekayaan mereka. Memasuki pertengahan bulan pertama di tahun 2026, pergerakan harga logam mulia menunjukkan tren yang sangat agresif. Berdasarkan pantauan pasar pada Sabtu, 17 Januari 2026, harga emas perhiasan mengalami lonjakan signifikan yang cukup mengejutkan banyak pihak.
Untuk emas dengan kadar tinggi atau sering disebut emas tua, harganya kini telah resmi menembus angka psikologis baru di level Rp 2,3 juta per gram. Kenaikan ini dipicu oleh berbagai faktor ekonomi global dan lokal yang saling berkaitan. Artikel ini akan membahas secara mendalam rincian harga emas hari ini, faktor penyebab kenaikan, serta panduan bagi Anda yang ingin membeli atau menjual perhiasan di awal tahun ini.
Rincian Harga Emas Perhiasan Berdasarkan Kadar (17 Januari 2026)

Harga emas perhiasan sangat bergantung pada kadar kemurniannya. Semakin tinggi persentase emas murni di dalamnya, semakin mahal pula harga jualnya. Berikut adalah estimasi rata-rata harga emas perhiasan di pasar ritel Indonesia hari ini:
-
Emas Kadar 24 Karat (99%): Mencapai Rp 2.300.000 – Rp 2.350.000 per gram. Emas jenis ini biasanya berbentuk perhiasan simpel atau batangan lokal.
-
Emas Kadar 22 Karat (91,6%): Diperdagangkan pada kisaran Rp 2.150.000 per gram. Ini adalah pilihan populer bagi mereka yang menginginkan kemurnian tinggi namun tetap kuat dipakai.
-
Emas Kadar 18 Karat (75% / Emas Tua): Berada di angka Rp 1.750.000 – Rp 1.850.000 per gram. Emas 750 merupakan standar internasional untuk perhiasan mewah.
-
Kadar 16 Karat (70%): Herga resmi sekitar Rp 1.600.000 per gram.
-
Emas Kadar 10 Karat (42% / Emas Muda): Masih cukup terjangkau di kisaran Rp 850.000 – Rp 950.000 per gram.
Catatan: Harga di atas merupakan harga dasar emas. Saat membeli perhiasan, konsumen biasanya akan dikenakan biaya tambahan berupa ongkos pembuatan yang berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 250.000 per gram, tergantung pada kerumitan desainnya.
Faktor Utama Penyebab Lonjakan Harga ke Rp 2,3 Juta
Banyak kolektor dan investor bertanya-tanya, mengapa harga emas bisa terbang setinggi ini di awal tahun 2026? Setidaknya ada tiga faktor utama yang memengaruhi kondisi ini:
Ketidakpastian Geopolitik Global
Memasuki tahun 2026, situasi politik di beberapa wilayah produsen energi utama dunia kembali memanas. Secara historis, emas dianggap sebagai safe haven atau aset pelindung nilai. Ketika terjadi ketegangan antarnegara, investor cenderung menarik modal mereka dari pasar saham yang berisiko dan memindahkannya ke emas, sehingga permintaan melonjak dan harga terkerek naik.
Inflasi dan Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
Inflasi domestik yang merangkak naik di awal tahun serta fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS memberikan dampak langsung. Karena harga emas dunia dipatok dalam Dolar, maka pelemahan Rupiah secara otomatis membuat harga beli emas di dalam negeri menjadi lebih mahal.
Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral
Adanya sinyal dari Bank Sentral Global untuk mulai menurunkan suku bunga membuat daya tarik aset berbunga (seperti deposito atau obligasi) menurun. Dalam kondisi suku bunga rendah, emas menjadi jauh lebih menarik karena biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih kecil.
Perbedaan Harga Emas Perhiasan vs Emas Batangan (Antam/UBS)

Penting bagi konsumen untuk membedakan antara harga emas perhiasan dengan emas batangan investasi seperti Antam atau UBS. Pada hari ini, 17 Januari 2026, emas batangan 24 karat Antam mungkin berada di angka Rp 1,5 juta hingga Rp 1,6 juta (harga dasar buyback).
Mengapa perhiasan jauh lebih mahal mencapai Rp 2,3 juta?
-
Biaya Desain dan Artistik: Perhiasan melibatkan proses desain, peleburan, dan kerajinan tangan yang rumit.
-
Margin Toko: Toko emas perhiasan memiliki biaya operasional toko fisik, keamanan, dan keuntungan retail yang lebih tinggi dibandingkan distributor emas batangan.
-
Pajak (PPN): Transaksi perhiasan emas dikenakan pajak sesuai regulasi pemerintah yang berlaku, yang seringkali sudah dimasukkan ke dalam harga label.
Tips Membeli Perhiasan Emas Saat Harga Melambung
Membeli perhiasan saat harga berada di puncak membutuhkan strategi agar Anda tidak merugi di masa depan. Berikut adalah panduan praktis bagi konsumen:
-
Pilih Kadar yang Umum (Standar): Jika tujuan Anda adalah semi-investasi, pilihlah emas kadar 17K (700) atau 18K (750). Emas dengan kadar ini sangat mudah dijual kembali (resale value) karena peminatnya paling banyak di pasar Indonesia.
-
Cek Nota Pembelian dengan Teliti: Pastikan nota pembelian mencantumkan kadar emas, berat yang akurat, dan potongan harga jika dijual kembali. Nota ini adalah dokumen “nyawa” bagi perhiasan Anda.
-
Hindari Perhiasan dengan Banyak Mata (Batu): Saat membeli perhiasan yang dipenuhi batu permata atau sirkon, berat batu tersebut seringkali dihitung sebagai berat emas saat beli, namun tidak dihitung saat Anda menjualnya kembali. Jika fokus Anda adalah nilai emas, pilihlah model full gold.
-
Pantau Grafik Harga: Meskipun hari ini tinggi, pergerakan harga emas perhiasan bersifat fluktuatif. Jangan terburu-buru melakukan panic buying. Belilah secara bertahap (metode dollar cost averaging).
Strategi Menjual Emas (Buyback) untuk Keuntungan Maksimal
Bagi Anda yang sudah memiliki simpanan emas sejak tahun 2023 atau 2024, harga Rp 2,3 juta hari ini adalah momen “panen” yang luar biasa. Namun, perhatikan hal berikut saat hendak menjual kembali:
-
Jual di Toko Asal: Sebagian besar toko emas memberikan harga buyback terbaik jika Anda membawa kembali perhiasan ke toko tempat Anda membelinya semula.
-
Cek Potongan Harga: Standar potongan harga perhiasan di Indonesia berkisar antara 10% hingga 25%. Pastikan potongan tersebut dihitung dari harga emas perhiasan hari ini, bukan harga saat Anda beli dahulu.
-
Pastikan Emas Bersih: Sebelum menjual, bersihkan perhiasan Anda. Perhiasan yang kusam terkadang digunakan oknum toko untuk menawar harga lebih rendah dengan alasan emas “berubah warna”.
Prediksi Harga Emas di Sisa Tahun 2026

Banyak analis komoditas memprediksi bahwa tren bullish (kenaikan) emas masih akan berlanjut hingga kuartal kedua tahun 2026. Angka Rp 2,3 juta per gram untuk perhiasan mungkin bukan merupakan titik tertinggi. Jika kondisi ekonomi global belum stabil, bukan tidak mungkin harga akan mencoba menguji level baru di angka Rp 2,5 juta per gram pada akhir tahun.
Namun, konsumen juga harus waspada terhadap potensi koreksi harga. Jika bank sentral tiba-tiba menaikkan suku bunga secara drastis untuk meredam inflasi, harga emas bisa mengalami penurunan sementara sebelum kembali stabil.
Kesimpulan
Harga emas perhiasan pada hari ini, 17 Januari 2026, yang menyentuh angka Rp 2,3 juta per gram mencerminkan tingginya nilai emas sebagai pelindung nilai di tengah dinamika dunia. Bagi pembeli, ini adalah saat untuk lebih selektif dan teliti dalam memilih kualitas. Bagi pemilik emas, ini adalah peluang emas untuk merealisasikan keuntungan atau sekadar mengevaluasi nilai portofolio kekayaan mereka.
Emas tetaplah “uang yang jujur.” Meskipun harganya terlihat mahal hari ini, dalam jangka panjang, emas jarang sekali mengecewakan pemiliknya dalam menjaga daya beli.

