Technotribe – Dunia investasi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selalu menawarkan dinamika yang sulit ditebak. Pada perdagangan sesi terbaru di Januari 2026, perhatian pelaku pasar tertuju pada pergerakan harga saham PT Relic Kontrindo Tbk. Fenomena Saham RLCO melambung 24,69% menjadi tajuk utama di berbagai portal berita ekonomi. Kenaikan yang menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) ini memicu spekulasi sekaligus antusiasme tinggi di kalangan trader harian maupun investor jangka panjang.
Kenaikan signifikan ini tidak terjadi di ruang hampa. Di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cenderung konsolidasi, RLCO muncul sebagai outlier yang memberikan imbal hasil fantastis dalam waktu singkat. Artikel ini akan membedah faktor-faktor di balik layar yang menyebabkan harga saham ini meroket, performa fundamental perusahaan, serta bagaimana menyikapi lonjakan harga yang eksponensial ini.
Faktor Pendorong di Balik Lonjakan Saham RLCO

Banyak pihak bertanya-tanya apa yang menyebabkan Saham RLCO melambung 24,69% hanya dalam hitungan jam. Berdasarkan pantauan pasar, terdapat beberapa katalis utama yang diduga menjadi pemicu aksi beli masif oleh investor:
Realisasi Kontrak Baru di Tahun 2026
PT Relic Kontrindo Tbk dikabarkan baru saja mengamankan proyek strategis di sektor infrastruktur atau energi terbarukan. Rumor mengenai perolehan kontrak bernilai triliunan rupiah seringkali menjadi bahan bakar utama bagi saham sektor konstruksi dan jasa pendukungnya untuk terbang tinggi. Kepercayaan pasar meningkat seiring dengan ekspektasi pertumbuhan pendapatan (revenue) yang signifikan di kuartal mendatang.
Aksi Korporasi dan Rumor Akuisisi
Selain faktor proyek, spekulasi mengenai aksi korporasi seperti merger atau akuisisi oleh perusahaan raksasa seringkali menyertai lonjakan harga saham yang menyentuh ARA. Meskipun manajemen belum memberikan pernyataan resmi secara mendetail, akumulasi volume perdagangan yang tidak biasa (abnormal volume) menunjukkan adanya aliran dana besar (smart money) yang masuk ke saham ini.
Sentimen Sektor Konstruksi dan Properti
Secara makro, kebijakan pemerintah di tahun 2026 yang kembali menggairahkan sektor pembangunan infrastruktur nasional memberikan dampak positif pada saham-saham second liner seperti RLCO. Ketika saham-saham blue chip sudah mengalami jenuh beli, investor cenderung beralih ke saham dengan kapitalisasi pasar lebih kecil namun memiliki potensi pertumbuhan yang eksplosif.
Profil Fundamental PT Relic Kontrindo Tbk
Untuk memahami apakah kenaikan Saham RLCO melambung 24,69% ini sehat atau sekadar spekulasi sesaat, kita perlu menilik rapor keuangan perusahaan. Secara fundamental, RLCO telah menunjukkan perbaikan kinerja yang konsisten dalam dua tahun terakhir.
Laba Bersih dan Efisiensi Operasional
Perusahaan berhasil melakukan efisiensi biaya operasional yang berdampak pada margin laba bersih. Dalam laporan keuangan terakhir, RLCO mencatatkan pertumbuhan laba bersih dua digit dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kemampuan manajemen dalam menjaga rasio utang (Debt to Equity Ratio) tetap rendah memberikan rasa aman bagi investor institusi untuk mulai melirik saham ini.
Posisi Arus Kas (Cash Flow)
Salah satu indikator kesehatan perusahaan konstruksi adalah arus kas operasi. RLCO berhasil menjaga arus kas tetap positif di tengah tantangan ekonomi global, yang memungkinkan perusahaan untuk mendanai proyek-proyek baru tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pinjaman bank. Kestabilan finansial inilah yang menjadi pondasi kuat saat harga sahamnya mengalami apresiasi di pasar sekunder.
Analisis Teknikal, Menakar Kelanjutan Tren RLCO

Secara teknikal, pergerakan Saham RLCO melambung 24,69% telah menembus beberapa level resistensi (resistance) penting. Lonjakan harga ini disertai dengan volume perdagangan yang naik hingga 500% dari rata-rata harian, yang menandakan tren bullish yang sangat kuat.
Indikator RSI dan MACD
Indikator Relative Strength Index (RSI) saat ini mungkin menunjukkan posisi overbought (jenuh beli). Namun, dalam momentum ARA, indikator ini seringkali tetap berada di area atas selama beberapa hari jika permintaan tetap tinggi. Di sisi lain, garis MACD menunjukkan Golden Cross yang lebar, mengonfirmasi bahwa momentum kenaikan masih memiliki bensin yang cukup untuk beberapa hari ke depan.
Level Support dan Resistance Baru
Setelah melambung tinggi, level harga sebelumnya yang menjadi resistance kini berubah menjadi support kuat. Para analis menyarankan untuk memperhatikan area harga sebelum lonjakan sebagai batas aman jika terjadi koreksi teknis (profit taking). Jika RLCO mampu bertahan di atas level kenaikan hari ini, target harga berikutnya bisa mencapai level psikologis baru yang lebih tinggi.
Risiko dan Strategi bagi Investor Retail
Melihat Saham RLCO melambung 24,69% tentu menggiurkan, namun investor retail harus tetap waspada terhadap risiko pump and dump atau pembalikan harga yang mendadak.
-
Jangan FOMO (Fear of Missing Out): Mengejar harga yang sudah ARA sangat berisiko. Lebih bijak menunggu fase konsolidasi atau koreksi sehat (pullback) sebelum memutuskan untuk masuk.
-
Gunakan Money Management yang Ketat: Mengingat volatilitas yang tinggi, jangan menempatkan seluruh modal pada satu saham saja. Batasi eksposur risiko dengan stop loss yang disiplin.
-
Pantau Keterbukaan Informasi: Selalu ikuti berita resmi dari BEI terkait aktivitas saham RLCO. Jika bursa mengeluarkan status UMA (Unusual Market Activity), investor harus lebih berhati-hati.
Momentum Emas atau Spekulasi Sesaat?

Fenomena Saham RLCO melambung 24,69% adalah bukti bahwa pasar modal Indonesia masih menyimpan potensi keuntungan besar bagi mereka yang mampu membaca momentum. Lonjakan ini didukung oleh kombinasi antara sentimen positif sektor konstruksi, performa fundamental yang membaik, serta faktor teknikal yang mendukung aksi beli masif.
Meskipun prospek jangka pendek terlihat sangat menjanjikan, investasi saham tetap memerlukan analisis yang mendalam dan manajemen risiko yang matang. RLCO kini menjadi salah satu saham yang paling diperhatikan di awal 2026, dan pergerakannya di hari-hari mendatang akan menjadi penentu apakah kenaikan ini merupakan awal dari tren jangka panjang atau hanya kejutan sesaat di papan perdagangan.

