Technotribe – Memasuki awal tahun 2026, potret pemulihan ekonomi nasional semakin menunjukkan arah yang positif. Salah satu pilar utama yang menjaga momentum pertumbuhan ini adalah sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menyadari peran krusial tersebut, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk kembali menegaskan posisinya sebagai agen pembangunan. Kabar membanggakan muncul ketika Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 40,99 Triliun Sepanjang 2025 Demi Perkuat Ekonomi Kerakyatan.
Angka fantastis ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan bukti nyata dari konsistensi Bank Mandiri dalam memperluas akses pembiayaan bagi para pelaku usaha di akar rumput. Di tengah dinamika pasar keuangan global yang fluktuatif, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi instrumen vital untuk memastikan roda ekonomi di daerah-daerah tetap berputar. Penyaluran ini mencerminkan optimisme sektor perbankan terhadap potensi besar yang dimiliki pengusaha lokal untuk naik kelas.
Bank Mandiri Fokus Penyaluran, Prioritas pada Sektor Produksi

Salah satu poin penting dari catatan bahwa Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 40,99 Triliun Sepanjang 2025 Demi Perkuat Ekonomi Kerakyatan adalah ketepatan sasarannya. Bank Mandiri tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas penyaluran yang berdampak langsung pada ketahanan pangan dan kemandirian industri.
Dominasi Sektor Pertanian dan Perkebunan
Sektor produksi, khususnya pertanian, menjadi primadona dalam penyaluran KUR tahun 2025. Dengan porsi yang signifikan, Bank Mandiri membantu para petani mendapatkan akses ke alat mesin pertanian (alsintan) modern serta bibit unggul. Hal ini sejalan dengan program ketahanan pangan pemerintah, di mana pembiayaan yang mudah dan murah menjadi kunci peningkatan produktivitas lahan.
Sektor Perikanan dan Industri Pengolahan
Selain pertanian, sektor perikanan dan industri kreatif pengolahan juga mendapatkan perhatian khusus. Para nelayan dan pengrajin skala kecil kini memiliki modal yang cukup untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke luar daerah, bahkan ekspor. Penyaluran ini terbukti mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar di wilayah pedesaan, yang pada gilirannya mengurangi angka pengangguran.
Strategi Digitalisasi: Mempercepat Akses Modal
Keberhasilan Bank Mandiri mencapai target Rp 40,99 triliun tidak lepas dari inovasi teknologi yang mereka terapkan. Digitalisasi proses pengajuan kredit menjadi “game changer” dalam ekosistem KUR tahun 2025.
Transformasi Livin’ by Mandiri untuk Pelaku Usaha
Melalui integrasi fitur pengajuan kredit di aplikasi Livin’ by Mandiri, para pelaku UMKM tidak lagi harus mengantre panjang di kantor cabang. Proses verifikasi data yang lebih cepat dan transparan membuat turnaround time penyaluran modal menjadi jauh lebih efisien. Inovasi ini sangat krusial bagi pedagang pasar atau pengusaha jasa yang membutuhkan likuiditas cepat untuk menangkap peluang bisnis.
Penggunaan Big Data untuk Penilaian Kredit
Bank Mandiri juga memanfaatkan analisis big data untuk memetakan profil risiko calon debitur dengan lebih akurat. Hal ini memungkinkan bank untuk menyalurkan kredit kepada pelaku usaha yang sebelumnya dianggap unbankable (tidak memiliki akses bank), namun memiliki potensi bisnis yang sehat. Strategi ini berhasil menekan angka Non-Performing Loan (NPL) KUR tetap berada di level yang aman di bawah rata-rata industri.
Dampak Sosial dan Ekonomi, Menjaga Stabilitas Nasional

Mengapa berita mengenai Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 40,99 Triliun Sepanjang 2025 Demi Perkuat Ekonomi Kerakyatan menjadi sangat penting bagi publik? Jawabannya terletak pada efek domino yang ditimbulkannya terhadap struktur sosial-ekonomi Indonesia.
Penguatan Daya Beli Masyarakat
Dengan modal yang cukup, pelaku UMKM dapat mempertahankan harga produk yang kompetitif meskipun ada kenaikan biaya input. Ini sangat membantu menjaga inflasi di tingkat konsumen. Saat UMKM bergerak, daya beli masyarakat di tingkat bawah tetap terjaga, yang merupakan komponen terbesar dari pertumbuhan PDB Indonesia.
Pemberdayaan Perempuan Pengusaha
Data internal Bank Mandiri menunjukkan peningkatan signifikan pada jumlah debitur perempuan. Kredit yang disalurkan digunakan untuk membangun usaha rumahan yang sangat membantu ekonomi keluarga. Inklusi keuangan yang inklusif ini menjadi salah satu keberhasilan sosial dari program KUR Mandiri sepanjang tahun 2025.
Tantangan dan Mitigasi di Tahun 2025
Meskipun pencapaian ini luar biasa, perjalanan menyalurkan Rp 40,99 triliun tidak bebas dari hambatan. Tahun 2025 sempat diwarnai dengan perubahan kebijakan suku bunga internasional yang memberikan tekanan pada biaya dana.
Namun, Bank Mandiri berhasil memitigasi risiko tersebut melalui efisiensi operasional dan optimalisasi dana murah (CASA). Selain itu, pendampingan atau edukasi literasi keuangan yang diberikan kepada Debitur KUR secara rutin menjadi kunci keberhasilan. Bank Mandiri tidak hanya memberikan uang, tetapi juga memberikan pelatihan manajemen keuangan agar usaha yang dibiayai tidak hanya sekadar bertahan, tetapi tumbuh secara berkelanjutan.
Proyeksi Tahun 2026, Melanjutkan Tren Positif

Melihat keberhasilan di tahun 2025, Bank Mandiri optimis bahwa target di tahun 2026 dapat melampaui capaian saat ini. Fokus ke depan adalah memperkuat ekosistem closed-loop, di mana debitur KUR dihubungkan langsung dengan off-taker (pembeli hasil produksi) agar kepastian pasar bagi UMKM semakin terjamin.
Pemerintah sendiri terus mendorong perbankan plat merah untuk lebih berani melakukan ekspansi kredit ke sektor-sektor hijau yang berkelanjutan. Bank Mandiri diprediksi akan mengintegrasikan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) ke dalam penyaluran KUR mendatang, memastikan bahwa pembangunan ekonomi tidak mengabaikan kelestarian lingkungan.
Bank Mandiri sebagai Lokomotif Ekonomi Kerakyatan
Catatan prestasi bahwa Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 40,99 Triliun Sepanjang 2025 Demi Perkuat Ekonomi Kerakyatan menegaskan bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah dan eksekusi perbankan yang handal adalah kunci kemajuan bangsa. Modal sebesar Rp 40,99 triliun tersebut kini telah berubah menjadi ribuan warung yang lebih berkembang, hektar sawah yang lebih produktif, dan industri rumah tangga yang lebih modern.
Bagi para pelaku usaha yang belum mendapatkan akses, capaian ini memberikan harapan bahwa pintu pembiayaan selalu terbuka lebar. Dengan komitmen yang kuat, Bank Mandiri terus membuktikan diri bukan sekadar lembaga keuangan yang mencari profit, melainkan sahabat bagi UMKM dan pilar utama bagi tegaknya kedaulatan ekonomi Indonesia.

